"Say! Nanti sore jangan lupa, ke rumahku yah," kata Mitha sambil menyelesaikan tugas dari Pak Doni, guru matematika kami.
Aku melirik ke arahnya, menatap wajah cantiknya. Aku mengangguk pelan. Senyum sumringah dipanggil say olehnya.
Kulihat dengan cekatan dia menyalin jawaban, sambil menyibak rambutnya yang lurus.
"Oke, selesai! Ini punyaku, sorrry ya lama," katanya seraya menumpuk tugas tadi di depanku.
" Ya, tidak apa-apa kok."
"Say, cokelat yang kemarin makasih yah"
"Ya, sama- sama bukan apa-apa kok."
Aah, andai saja Mitha terus memanggilku say. Walaupun aku bukan pacarnya. Nasib. Nasib. Kalau punya nama panjang Saiful. Udah ge er dulu dipanggil say.
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking